Sabtu, 12 November 2016

Tradisi perayaan Natal di Talaud

      Bulan desember semakin dekat, bulan itu selalu identik dengan perayaan Natal bagi semua orang Kristen khususnya bagi masyarakat yang berdiam di daerah yang penduduk mayoritas agamanya Kristen seperti Manado dan sekitarnya.Natal adalah salah satu hari raya penting bagi orang Kristen yang memperingati kelahiran Yesus Kritus di Betlehem sekitar 2000 tahun silam. Natal dirayakan dengan cara yang berbeda-beda oleh orang Kristen di berbagai Negara dan daerah. Misalnya di Filipina, Natal di rayakan dengan “Misa de Gallo” yaitu Misa yang diadakan setiap pagi hari sejak tanggal 16 sampai 24 Desember. Di Korea, natal dihiasi dengan tradisi saling tukar Kartu Natal. Di Perancis, ada tradisi khusus yang dilakukan saat natal yaitu memakan daging Le reveillon dan tradisi-tradisi lain dari berbagai Negara.

      Negara kita, Indonesia juga memiliki perayaan natal yang unik misalnya perayaan natal di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Talaud adalah kebupaten terluar di bagian utara Indonesia. Perayaan Natal di Talaud terbilang cukup unik karena masyarakat Talaud memiliki kebiasaan mengelilingi kampung sambil melakukan tarian khas Talaud yaitu ampa wayer di jalan setelah ibadah Natal di gereja berakhir. Hal ini dilakukan untuk menunjukkan besarnya  sukacita yang dirasakan dalam memperingati kelahiran sang Juruselamat manusia. Kebiasaan ini dilakukan 4 kali dalam setahun yaitu pada tanggal 25 dan 26 Desember untuk merayakan Natal juga pada tanggal 1 dan 2 Januari untuk merayakan Tahun baru. Tradisi ini menjadi alasan yang kuat bagi orang Talaud yang merantau didaerah lain untuk pulang karena rasa rindu yang teramat dalam akan kampung halaman khususnya saat mengingat perayaan Natal.


Selain tarian, ada juga tradisi lain yaitu ibadah pohon terang, menghias pohon natal, berkumpul bersama keluarga besar untuk makan bersama dan pembunyian lonceng sebanyak 100 kali serta doa bersama setelah jarum jam menunjukkan angka 12.00 yang menandakan bahwa hari itu sudah tanggal 25 Desember. Setelah bunyi lonceng berakhir, masyarakat Talaud melakukan doa bersama. Dalam doa tersebut mereka mengucap syukur dan berterima kasih atas kelahiran Yesus Kristus yang menjadi juruselamat, pembebas mereka dari hukuman dosa. Mereka juga memohon agar seluruh kehidupan mereka selanjutnya di berkati dan selalu berada dalam perlindungan Tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar